site hit counter
  • Welcome to APIKRI
  • Call Us: (+62-274) 389990

  • Welcome to APIKRI
  • Call Us: (+62-274) 389990

Eco Coffin Is A Solution to Reduce Dependence on Wood

  • 2022 May 08
  • Posted By : Apikri

Teak wood is one of the best types of wood. Usually, teak wood is used as a materials to make coffins. However, the use of teak wood for the coffin is considered not environmentally friendly.

Seeing this, KSU APIKRI together with craftsmen developed environmentally friendly coffins made of environmentally friendly materials and are easy to find. Indonesia is a country that has many natural ingredients that can be used. It can be seen that the use of a coffin uses a coffin made of full wood or even metal which is quite expensive.

The use of large amounts of wood will have an impact on the environment because of the large-scale felling of trees in forests in Indonesia. Therefore, APIKRI minimizes the use of wood for coffins by using less wood for the base of the coffin. The wood used is fast growing wood, not hardwood. Making a coffin made of teak wood will take a long time because waiting for the growth of teak wood takes decades.

The consideration for choosing softwood is that it has a cheaper price, the harvest from softwood is faster so it doesn't take a long time. The choice of wood for making the coffin uses a lot of albasia wood and minimizes the material from teak wood. The framework used for making the coffin uses rattan and wood which is used only for the basic ingredients, then the coffin is lined with natural materials such as mendong, banana midrib, water hyacinth and pandanus.

After running for several years, the buyer revealed that pandan contains potassium which is not safe to use because the rest of the material can damage the cremation machine.

Since it was revealed APIKRI found a new innovation in the form of mendong plants as materials for making coffins. Mendong is something that is safe during the cremation process.

"Actually, for pandanus, if it is to be buried, it will not have much impact, unlike for cremation," said Yanti Sukamta, as the executor of APIKRI. Mendong is a pretty good choice so that the use of pandan is minimized or according to the request of the casket buyer.

The first coffin market came from the United Kingdom (UK). Routine shipments were carried out every month in 1 container, then buyers expanded to the Netherlands, USA to Australia. This has become something interesting for APIKRI to continue to develop natural coffin.

Kurangi Penggunaan Kayu Jati untuk Peti Mati, Eco Coffin Jadi Solusi

Kayu jati memang menjadi salah satu jenis kayu yang bagus. Biasanya, kayu jati digunakan untuk membuat peti mati. Namun, penggunaan kayu jati untuk peti mati ini dinilai tidak ramah lingkungan.

Melihat hal tersebut, KSU APIKRI bersama para perajin mengembangkan peti mati ramah lingkungan yang terbuat dari bahan yang ramah lingkungan dan mudah ditemukan.

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak bahan-bahan natural yang dapat dimanfaatkan. Dapat di ketahui bahwa pemakaian peti jenazah menggunakan peti berbahan full kayu atau bahkan logam yang harganya pun cukup tinggi.

Pemakaian kayu dengan jumlah yang banyak akan berdampak pada lingkungan karena penebangan pohon yang besar-besaran pada hutan yang ada di Indonesia. Oleh sebab itu, APIKRI meniminalkan penggunaan kayu untuk peti jenazah dengan cara menggunakan kayu yang sedikit untuk base peti jenazah.

Kayu yang digunakan merupakan kayu yang cepat tumbuh, bukan hardwood. Pembuatan peti jenazah dengan bahan kayu jati akan memakan waktu yang lama karena menunggu pertumbuhan kayu jati memerlukan waktu sampai puluhan tahun. Pemilihan softwood pertimbangannya agar memiliki harga yang lebih murah, panen dari softwood lebih cepat sehingga tidak memerlukan waktu yang lama. Pemilihan kayu untuk pembuatan peti jenazah banyak menggunakan kayu albasia dan meminimalkan bahan dari kayu jati.

Kerangka yang digunakan untuk pembuatan peti jenazah menggunakan rotan dan kayu yang digunakan juga hanya untuk bahan dasarnya saja, kemudian peti dilapisi dengan bahan-bahan natural seperti mendong, pelepah pisang, enceng gondok dan pandan.

Setelah berjalan selama beberapa tahun, buyer mengungkapkan bahwa pandan memiliki kandungan potassium yang mana kandungan ini tidak aman untuk digunakan karena sisa dari bahan tersebut dapat merusak mesin kremasi.

Sejak hal tersebut terungkap APIKRI menemukan inovasi baru berupa tanaman mendong sebagai bahan pembuatan peti jenazah. Mendong menjadi sesuatu yang aman saat proses kremasi.

“Sebenarnya untuk pandan kalau untuk dimakam, dikubur itu akan tidak berdampak banyak, tidak sepeti untuk di kremasi” ungkap Yanti Sukamta, selaku pelaksana APIKRI.

Mendong menjadi pilihan yang cukup bagus sehingga penggunaan pandan diminimalkan atau sesuai dengan request dari buyer peti jenazah.

Pasar coffin pertama berasal dari United Kingdom (UK) pengiriman rutin dilakukan setiap bulan sebanyak 1 container kemudian buyer merambah ke Belanda, USA hingga Australia. Hal ini menjadi sesuatu yang menarik bagi APIKRI untuk terus mengembangkan coffin natural.