site hit counter
  • Welcome to APIKRI
  • Call Us: (+62-274) 389990

  • Welcome to APIKRI
  • Call Us: (+62-274) 389990

Wooden Batik, A Unique Craft from Bantul

  • 2022 May 05
  • Posted By : Apikri

Batik is a native Indonesian craft that combines art and technology. Indonesian Batik was officially recognized as an Intangible Cultural Heritage (ICH) or Intangible Cultural Heritage by UNESCO on October 2, 2009.

Batik motifs are not only found in cloth but can be found in many media, one of which is wood. Wooden batik is one of the typical handicrafts of Bantul. The wooden batik is produced in Krebet Hamlet, Sendangsari Village, Pajangan District, Bantul, Yogyakarta.

Living in a barren limestone mountain area, Krebet residents strive to maximize their potential to produce works of high value. Thanks to their hard work, Krebet Village is now the center of wooden batik in Yogyakarta. Almost all residents of Krebet Bantul Village work as wooden batik craftsmen.

Their wooden batik is currently not only in demand by domestic tourists but also by foreign tourists. Various wooden batik crafts are produced ranging from masks, puppets, cabinets, statues, and accessories, to home decorations.

Of course, there is a difference between wooden batik craftsmen and cloth batik craftsmen. Wooden batik craftsmen require their skills. This is because the patterns made are still manual by hand without modern tools such as molds. Thus, wooden batik craftsmen are required to have a high level of accuracy.

Types of wood commonly used for wood such as sengon wood, teak, mahogany, pule, and klepu. This is because the wood is widely available in Krebet Village, Bantul. Various motifs that can be used for wooden batik such as kawung, garuda, sidorahayu, sidomukti, machete, parangbarong and so on.

Mengenal Batik Kayu, Batik Unik dari Bantul

Batik merupakan hasil karya bangsa Indonesia yang merupakan perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia. Batik Indonesia resmi diakui oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Tak benda.

Membuat batik ternyata tidak hanya dilakukan di kain saja. Ada berbagai macam media yang bisa digunakan untuk membatik. Salah satunya adalah kayu. Membatik dengan media kayu telah menjadi salah satu batik khas Bantul. Warga di Dusun Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan ini, memilih kayu dari pada kain sebagai media untuk membatik.

Warga Krebet tinggal di wilayah pegunungan kapur yang tandus. Mereka memaksimalkan potensi di desa mereka untuk dibuat karya dan bernilai tinggi. Kerja keras mereka membuat Desa Krebet Bantul menjadi sentra batik kayu di Yogyakarta.

Hampir semua warga Desa Krebet Bantul bekerja sebagai perajin batik kayu. Batik kayu buatan mereka saat ini tak hanya diminati wisatawan domestik saja, tetapi juga wisatawan mancanegara. Berbagai kerajinan batik kayu yang dihasilkan mulai dari topeng, wayang, lemari, patung, aksesoris, hingga hiasan rumah.

Tentu saja ada perbedaan antara perajin batik kayu dan perajin batik kain. Perajin batik kayu memerlukan keterampilan tersendiri. Hal ini karena pola yang dibuat masih manual dengan tangan tanpa alat modern seperti cetakan. Sehingga, perajin batik kayu dituntut memiliki ketelitian tingkat tinggi.

Jenis kayu yang biasa digunakan untuk bati kayu seperti kayu sengon, jati, mahoni, pule, dan klepu. Hal ini karena kayu-kayu tersebut banyak tersedia di Desa Krebet Bantul. Berbagai motif yang bisa digunakan untuk batik kayu ini seperti motif kawung, garuda, sidorahayu, sidomukti, parangrusak, parangbarong dan lain sebagainya.